Titacyber's Blog

  1. KLASIFIKASI

    Aktiva tetap merupakan aktiva tidak lancar yang diperoleh untuk digunakan dalam operasi perusahaan yang memiliki masa manfaat lebih dari satu periode akuntansi serta tidak untuk diperjualbelikan dalam operasi normal perusahaan. Aktiva operasi tidak lancar dapat diklasifikasikan menjadi: (1) Aktiva Berwujud (tangible) dan (2) Aktiva Tak Berwujud (intangible).

     

  2. PENGELUARAN UNTUK AKTIVA TIDAK LANCAR

Pengeluaran untuk aktiva tidak lancar dapat dikelompokkan menjadi:

  1. Pengeluaran pada waktu perolehan;
  2. Pengeluaran seteleh aktiva tersebut diperoleh yang dapat dirinci menjadi:
    1. Pengeluaran pendapatan yang lazim disebut revenue expenditure;
    2. Pengeluaran modal yang lazim disebut capital expenditure.

     

  1. PENCATATAN PEROLEHAN AKTIVA TIDAK LANCAR

    Harta non current dapat diperoleh dengan berbagai cara, antara lain:

    1. Diperoleh dengan harga lumpsump;
    2. Diperoleh dengan pembayaran berkala;
    3. Pembelian dengan cara leasing;
    4. Perolehan dengan trade-in
    5. Perolehan dengan menerbitkan surat berharga;
    6. Perolehan dari donasi; dan
    7. Dibangun sendiri.

     

D. PEROLEHAN SEKELOMPOK AKTIVA DENGAN HARGA LUMPSUM

Harga lumpsump adalah suatu harga untuk beberapa aktiva. Sebagai contoh PT A membeli tanah, bangunan dan peralatan dengan harga Rp $160,000. Harga ini harus dialokasikan kepada 3 jenis harta tersebut dengan menggunakan perbandingan harga taksiran dari tanah, bangunan, dan peralatan. Misalnya harta yang dibeli tersebut memiliki harga taksiran tanah $ 28,000, bangunan $60,000, equipment $12,000, alokasi harga $160,000 tersebut adalah sebagai berikut:

Jenis harta Nilai Taksiran ($) Perhitungan Alokasi Jumlah Alokasi ($)
Tanah 28,000 28/100 x 160,000 44,800
Bangunan 60,000 60/100 x 160,000 96,000
Peralatan 12,000 12/100 x 160,000 19,200
Jumlah 100,000 160,000

 

Jurnal yang dibuat untuk mencatat transaksi tersebut adalah:

Tgl. Akun Debet Kredit
2006

Jan 1

 

Tanah

Bangunan

Peralatan

Kas

 

44,800

96,000

19,200

 

 

 

 

160,000

 

 

  1. PEROLEHAN AKTIVA DENGAN PEMBAYARAN BERKALA

    Jika statu harta tetap diperoleh dengan pembayaran difunda atau secara angsuran, maka aktiva tersebut dicatat sebesar harga tunai aktiva tersebut bukan jumlah dari pembayaran angsuran dan downpayment-nya. Ada beberapa variasi yang mungkin timbul, seperti:

    1. Harga tunai diketahui;
    2. Harga tunai tidak diketahui.

    Contoh: perusahaan pada tanggal 2 Januari 2006 membeli sebuah aktiva yang harga tunainya adalah $100,000. Pada waktu itu dibayar uang muka $35,000. sisanya akan dibayar dengan angsuran tengah tahunan sebesar $5,000 ditambah bunga 10% dari hutang yang belum dibayar. Jurnal yang dibuat selama tahun 2006 adalah sebagai berikut:

Tgl. Akun Debet Kredit
2006

Jan 2

 

Tanah

Kas

Hutang

 

100,000

 

 

35,000

65,000

 

Tgl. Akun Debet Kredit
2006

Jun 30

 

Hutang

Biaya Bunga

Kas

 

5,000

3,250

 

 

 

8,250

 

  1. PENGGUNAAN AKTIVA TETAP

    Jika suatu aktiva tetap dapat digunakan lebih dari satu tahun maka aktiva tersebut bermanfaat untuk memperolah pendapatan selama umurnya. Untuk menghubungkan cost aktiva tetap dengan revenue yang diperoleh maka cost tersebut dicatat dan dilaporkan sebagai beban pada tahun-tahun manfaatnya. Proses ini disebut depresiasi. Dengan demikian depresiasi adalah alokasi secara sistematis dan rasional atas cost dari aktiva tetap ke tahun-tahun manfaatnya.

    Jurnal yang dibuat untuk melakukan depresiasi setiap tahunnya adalah mendebet akun Beban Depresiasi dan mengkredit akun Akumulasi Penyusutan. Misalkan untuk tahun 2005, perusahaan menyusutkan mesin sebesar $ 5,000, maka jurnal yang dibuat adalah:

Tgl. Akun Debet Kredit
2005

Des 31

 

Beban Penyusutan

Akumulasi Penyusutan

 

5,000

 

 

5,000

 

Karena setiap akhir tahun ada penyusutan, maka perkiraan Akumulasi Penyusutan akan selalu bertambah sepanjang masa manfaat aktiva.

Depresiasi bukanlah teknik untuk menilai aktiva tetap dan dengan melakukan depresiasi tidaklah otomatis perusahaan menyisihkan uang untuk membeli aktiva tetap.

Faktor-faktor yang mempengaruhi depresiasi adalah:

  1. cost dari aktiva tetap,
  2. umur ekonomis aktiva tetap,
  3. nilai residu, dan
  4. pola penggunaan aktiva tetap.

 

  1. METODE DEPRESIASI

    Terdapat beberapa metode depresiasi, yaitu:

  • Metode Garis Lurus
  • Metode Saldo Menurun
  • Metode Jumlah Angka Tahun
  • Metode Unit Input
  • Metode Unit Output
  1. Metode Garis Lurus

    Dengan metode ini penyusutan tahunan dapat ditentukan dengan dua cara, yaitu:

    1. (cost-nilai residu) : umur

      Misalkan nilai sebuah peralatan yang diperoleh tahun 2005 senilai Rp 16.000.000,00 dan masa manfaat ditentukan 5 tahun dengan nilai sisa Rp 1.000.000,00, besarnya penyusutan tahun 2006 dapat dihitung sebagai berikut: (16.000.000-1.000.000)/5 = Rp 3.000.000,00.

    2. Ditentukan % penyusutan, kemudian penyusutan tahunan diperoleh dengan cara mengalikan % tersebut dengan cost yang disusutkan sebagai berikut:
      1. Prosentase penyusutan tahunan = 100% : umur, jadi = 100% : 5 = 20%.
      2. Dihitung penyusutan = 20% x (16.000.000 – 1.000.000) = Rp 3.000.000,00.

    2. Metode Saldo Menurun

    Pertama, tentukan prosentase penyusutan, biasanya dua kali prosentase penyusutan metode garis lurus. Dengan demikian jika ada mesin umurnya 5 tahun, maka tarif/prosentase penyusutan tahunannya adalah 2 x 100% : 5 = 40%.

    Setelah itu ditentukan nilai buku pada awal tahun. Nilai buku adalah saldo rekening aktiva tetap dikurangi dengan saldo rekening akumulasi penyusutan. Untuk tahun pembelian, karena akumulasi penyusutannya belum ada, maka nilai bukunya adalah sebesar harga perolehannya.

    Selanjutnya besarnya penyusutan satu tahun dihitung dengan cara mengalikan % penyusutan dengan nilai buku. Misalkan ada sebuah mesin dibeli tanggal 2 Januari 2001 dengan harga Rp 16.000.000 dan ditaksir dapat digunakan selama 5 tahun. Penyusutan tahun 2001, 2002, dan 2003 dapat dihitung sebagai berikut:

    Tarif/prosentase penyusutan    = 2 x (100% : 5) = 40%

    Penyusutan tahun 2001        = 40% x Nilai Buku

    = 40% x Rp 16.000.000

    = Rp 6.400.000

    Penyusutan tahun 2002        = 40% x Nilai buku awal tahun 2002

    = 40% x (Rp 16.000.000 – Rp 6.400.000)

    = Rp 3.840.000

    Penyusutan tahun 2003        = 40% x Nilai buku awal tahun 2003

    = 40% x (16.000.000 –6.400.000 – 3.840.000)

    = Rp 2.304.000

    Penyusutan tahunan dapat dicari dengan rumus lain yaitu menentukan Nilai Buku pada akhir tahun ke-n = cost x (1 – tarif)n

    = Rp 16.000.000 x (1 – 0,4) n

    Nilai buku akhir tahun ke-3 = Rp 16.000.000 x     (1 – 0,4) 3

    = Rp 16.000.000 x 0,216

    = Rp 3.456.000,00.

    Penyusutan tahun 2004 adalah 40% x Rp 3.456.000 = Rp 1.282.600,00.

     

  2. Metode Jumlah Angka-angka Tahun

    Alokasi cost aktiva tetap dilakukan berdasarkan angka tahun penggunaan. Jika umur aktiva tetap adalah 5 tahun, maka tahun penggunaannya adalah tahun ke 1,2,3,4,5. Jumlah dari angka-angka tersebut akan dijadikan penyebut. Sementara itu pembilangnya adalah sisa umur dari masing awal tahun penggunaan. Pada awal penggunaan sisa umurnya masih lima tahun, oleh karenanya pembilangnya adalah 5. Setelah digunakan 1 tahun, maka pada awal tahun kedua sisa umurnya adalah empat tahun sehingga pembilangnya adalah 4. Demikian seterusnya untuk tahun ketiga, keempat, dan seterusnya.

    Misalkan ada sebuah mesin dibeli tanggal 2 Januari 2001 dengan harga Rp 16.000.000 ditaksir masa manfaat 5 tahun dengan nilai residu Rp 1.000.000. Penyusutan tahun 2001, 2002, 2003, 2004, dan 2005 dapat dihitung sebagai berikut:

Tahun ke Perhitungan Jumlah
1 5/15 (16.000.000 – 1.000.000) 5.000.000
2 4/15 (16.000.000 – 1.000.000) 4.000.000
3 3/15 (16.000.000 – 1.000.000) 3.000.000
4 2/15 (16.000.000 – 1.000.000) 2.000.000
5 1/15 (16.000.000 – 1.000.000) 1.000.000

 

  1. Metode Unit Input

    Alokasi cost aktiva tetap ke beban penyusutan tahunan digunakan jumlah input yang dikeluarkan (misalnya jam mesin) dalam suatu tahun dibandingkan dengan taksiran input (jam mesin) yang harus dikeluarkan sampai aktiva tetap tersebut diafkir. Misalkan sebuah mesin dibeli pada tanggal 2 Januari 2001 dengan harga Rp 16.000.000 dan ditaksir dapat digunakan selama 100.000 jam dengan nilai residu Rp 1.000.000. Selama tahun 2001 digunakan selama 5.000 jam, maka penyusutan tahun 2001 adalah:

    (5.000/100.000) x (Rp 16.000.000 – Rp 1.000.000) = Rp 750.000

 

5. Metode Unit Output (Hasil)

Alokasi cost aktiva ke beban penyusutan tahunan menggunakan jumlah produk yang dihasilkan dalam suatu tahun dibandingkan dengan taksiran output (jumlah produk) yang akan dihasilkan sampai aktiva tetap tersebut diafkir. Misalkan sebuah mesin dibeli pada tanggal 2 Januari 2001 dengan harga Rp 16.000.000 dan ditaksir dapat digunakan untuk membuat produk sebanyak 200.000 unit dengan nilai residu Rp 1.000.000. Selama tahun 2001 digunakan selama 20.000 unit maka penyusutan tahun 2001 adalah:

(20.000/200.000) x (Rp 16.000.000 – Rp 1.000.000) = Rp 1.500.000

 

  1. PENGAFKIRAN AKTIVA TETAP

    Aktiva kadangkala dibuang karena sudah tidak digunakan lagi, misalkan sebuah mesin yang harga belinya Rp 6.000.000,00 sampai tanggal 1 Januari 2000 sudah disusutkan sebesar Rp 4.750.000,00. Penyusutan tahunannya Rp 600.000,00. Pada tanggal 24 Maret 2001 dibuang. Jurnal yang dibuat adalah:

    1. Menyusutkan untuk tahun 2001
Tgl. Akun Debet Kredit
2001

Mar 24

 

Beban Penyusutan Mesin

Akumulasi Penyusutan Mesin

 

150.000

 

 

150.000

 

  1. Membuang aktiva tetap
Tgl. Akun Debet Kredit
2001

Mar 24

 

Akumulasi Penyusutan Mesin

Kerugian Penghentian Mesin

Aktiva Tetap

 

4.900.000

1.100.000

 

 

 

6.000.000

 

 

  1. PENJUALAN AKTIVA TETAP

    Sebuah mesin yang costnya Rp 10.000.000 dan sampai dengan tanggal 31 Desember 2000 telah disusutkan sebesar Rp 7.750.000, pada tanggal 2 Januari 2001 dijual. Buat jurnal jika harga jualnya adalah:

    1. Rp 2.250.000,00
    2. Rp 1.000.000,00
    3. Rp 3.000.000,00

 

No.

 

Keterangan

Dijual dengan harga
2.250.000 1.000.000 3.000.000
1 Cost aktiva tetap 10.000.000 10.000.000 10.000.000
2 Akumulasi penyusutan s.d saat penjualan 7.750.000 7.750.000 7.750.000
3 Nilai buku saat penjualan 2.250.000 2.250.000 2.250.000
4 Harga jual 2.250.000 1.000.000 3.000.000
5 Laba (rugi) (4 – 3) 0 (1.250.000) 750.000

 

Jurnal:

  1. Dijual dengan harga Rp 2.250.000,00

 

Tgl. Akun Debet Kredit
2000

Jan 2

 

Kas

Akumulasi Penyusutan

Aktiva Tetap

 

2.250.000

7.750.000

 

 

 

10.000.000

 

  1. Dijual dengan harga Rp 1.000.000
Tgl. Akun Debet Kredit
2000

Jan 2

 

Kas

Akumulasi Penyusutan

Kerugian Penjualan Aktiva Tetap

Aktiva Tetap

 

1.000.000

7.750.000

1.250.000

 

 

 

 

10.000.000

 

  1. Dijual dengan harga Rp 3.000.000
Tgl. Akun Debet Kredit
2000

Jan 2

 

Kas

Akumulasi Penyusutan

Laba Penjualan Aktiva Tetap

Aktiva Tetap

 

3.000.000

7.750.000

 

 

 

750.000

10.000.000

 

  1. PERTUKARAN AKTIVA TETAP

    Menurut paragraf 20 PSAK No. 16 suatu aktiva tetap dapat diperoleh dalam pertukaran atau pertukaran sebagian untuk suatu aktiva tetap yang tidak serupa atau aktiva lain. Biaya dari pos semacam ini diukur pada nilai wajar aktiva yang dilepaskan atau yang diperoleh yang mana yang lebih andal, equivalent dengan nilai wajar aktiva yang dilepaskan setelah disesuaikan dengan jumlah setiap kas atau setara kas yang ditransfer. Dengan demikian pertukaran aktiva tidak sejenis dapat mengakibatkan adanya laba atau rugi.

    Menurut paragraf 21 PSAK No. 16 suatu aktiva tetap dapat diperoleh dalam pertukaran atas suatu aktiva yang serupa yang memiliki manfaat yang serupa dalam bidang usaha yang sama dan memiliki nilai wajar yang serupa. Jika aktiva lain seperti kas sebagai bagian dari transaksi pertukaran, ini dapat mengindikasikan bahwa pos yang dipertukarkan tidak memiliki suatu nilai yang serupa. Berdasarkan paragraf 46 PSAK No. 16, pertukaran aktiva tetap seperti disebutkan pada paragraf 21, biaya aktiva yang diperoleh sama dengan jumlah tercatat aktiva yang dilepaskan dan tidak ada keuntungan atau kerugian yang dihasilkan.

    1. Pertukaran Aktiva Tak Sejenis

    Sebuah mesin dengan cost Rp 4.000.000,00 yang telah disusutkan Rp 3.200.000,00 ditukar dengan mesin baru tidak sejenis yang harga pasarnya adalah Rp 5.000.000,00. Perusahaan harus membayar uang Rp 3,900.000,00. Jurnalnya:

Tgl. Akun Debet Kredit
Mesin (baru)

Akumulasi Penyusutan

Mesin (lama)

Kas

Laba Penukaran Aktiva Tetap

5.000.000

3.200.000

 

 

4.000.000

3.900.000

300.000

 

  1. Pertukaran Aktiva Sejenis

    Sebuah mesin dengan cost Rp 7.000.000 yang telah disusutkan Rp 4.600.000 ditukar dengan mesin baru sejenis yang dimiliki oleh suatu perusahaan yang bergerak pada usaha yang sama. Jurnalnya:

Tgl. Akun Debet Kredit
Mesin (baru)

Akumulasi Penyusutan

Mesin (lama)

2.400.000

4.600.000

 

 

7.000.000

 

Jumlah sebesar Rp 2.400.000,00 yang dicatat sebagai harga mesin baru merupakan nilai buku mesin yang diserahkan yaitu harga beli Rp 7.000.000,00 dikurangi dengan akumulasi penyusutan Rp 4.600.000,00.

 

SOAL LATIHAN

SOAL 1

Sebuah mesin dibeli pada tanggal 1 Januari 1999 dengan harga Rp 32.000.000,00. Mesin ini ditaksir dapat digunakan selama 5 tahun dengan nilai sisa Rp 2.000.000,00.

Diminta:

  1. Tentukan besarnya penyusutan tahun 1999, 2000.
  2. Buat jurnal penyesuaian untuk mencatat penyusutan tahun 1999,2000.
  3. Tentukan nilai buku per 1 Januari 2001.

Jika Perusahaan menyusutkan mesin ini dengan (1) metode garis lurus, dan (2) metode saldo menurun ganda.

 

SOAL 2

Sebuah mesin dengan cost Rp 10.000.000,00 yang telah disusutkan Rp 3.200.000,00 ditukar dengan mesin baru tidak sejenis yang harga pasarnya adalah Rp 7.500.000,00. Buat jurnal jika perusahaan menyerahkan uang sebesar:

  1. Rp 200.000,00
  2. Rp 700.000,00

Rp 1.000.000,00

Ketika kau menjalani hidupmu selalu ada saat-saat dimana keputusan-keputusan
harus diambil. Saat pilihan begitu sulit, dan jalan keluarpun langka, dan
hujanpun tampaknya ikut meredam pawaimu.

Ada situasi-situasi dimana yang bisa kau kerjakan cuma membiarkannya lewat
dan tetap majulah, kumpulkan tabah, keberanianmu dan pilihlah suatu arah
yang membawamu ke arah sebuah fajar baru.

Jadi kemaslah semua kesulitanmu dan ambilah selangkah ke depan.
Proses pengubahan memang bisa berat dan sukar, tapi ingatlah akan semua
keasyikan di depan asalkan kau cukup tegar dan tegap!

Bisa ada petualangan yang tak pernah kau bayangkan menunggumu di balik
tikungan itu dan harapan serta impian menjadi nyata dalam cara dan jalan
yang belum kau pahami.

Mungkin’kan kau temui persahabatan berawal dari hal baru disaat kau
menantang keadaan status quomu. Dan belajar bahwa ada begitu banyak pilihan
dalam hidup. Dan begitu banyaknya jalan bagimu untuk tumbuh.

Mungkin kau akan pergi menuju tempat-tempat yang tak pernah kau duga dan
melihat barang dan tempat yang belum pernah kau lihat, atau berkelana ke
tempat-tempat indah yang jauh dan semua pemandangan cantik diantaranya.

Mungkin akan kau jumpai kehangatan, kasih sayang dan dipedulikan.
Dan seorang khusus disana untuk menolongmu tetap tinggal, mendengarkan penuh
minat pada kasih dan perasaan yang kau bagikan.

Mungkin kau’kan terhibur mengetahui bahwa teman-temanmu mendukung segala
yang kau lakukan, dan percaya bahwa keputusan apapun yang kau buat, mereka
itu pilihan-pilihan yang benar bagimu.

Jadi tetaplah melangkahkan kaki satu di depan lainnya, dan jalani hidupmu
hari demi hari …

Ada esok hari yang lebih terang di depan jalan itu. Jangan tengok ke
belakang! Engkau tidak menuju kesana!

When you are together with that special someone, you pretend to ignore
that person.
But when that special someone is not around, you might look around to
find them.
At that moment, you are in love.

Although there is someone else who always makes you laugh,
your eyes and attention might go only to that special someone.
Then, you are in love.

Although that special someone was supposed to have called you long back,
to let you know of their safe arrival, your phone is quiet.
You are desperately waiting for the call!
At that moment, you are in love.

If you are much more excited for one short e-mail from
that special someone than other many long e-mails,
you are in love.

When you find yourself as one who cannot erase all the
messages in your answering machine because of one message
from that special someone, you are in love.

When you get a couple of free movie tickets, you would
not hesitate to think of that special someone.
Then, you are in love.

You keep telling yourself, “that special someone is just a friend”, but
you realize that you can not avoid that person’s special attraction. At
that moment, you are in love.

While you are reading this page, if someone
appears in your mind,
then u are in love with that person.

Jangan mempertahankan sesuatu hanya karena kamu ingin memilikinya atau karena kamu tidak ingin orang lain memilikinya
Kita telah kehilangan banyak hal semasa hidup.
Kehilangan tersebut pada awalnya tampak seperti tidak adil dan merisaukan, tapi itu terjadi supaya ada perubahan positif yang terjadi dalam hidup kitKadang, kita juga kehilangan hal baik, supaya kita menjadi dewasa secara emosional dan spiritual, pertukaran antara kehilangan sesuatu dan mendapatkan sesuatu haruslah terjadi.
Kita harus belajar untuk melepaskan sesuatu, mungkin Tuhan sudah menentukan bahwa memang pada saat itulah kita kehilangan.
Mungkin saja kita kehilangan supaya kita nantinya bisa mendapatkan sesuatu yang lebih baik.
Berkeras mempertahankannya tidak membuat kita atau dunia menjadi lebih baik.
Mungkin memang pedih pada awalnya… mungkin butuh bulan berbilang tahun untuk menyeka bening yang terkadang masih mengalir…
Namun kebahagiaan memang tak selamanya… dan kesedihan takkan mengembalikan apa yang telah berlalu…
Kita semua harus memutuskan kapan suatu hal atau seseorang masuk dalam hidup kita, atau kapan saatnya kita lebih baik bersama yang lain.Pada saatnya, kita harus mengumpulkan keberanian untuk melepaskannya.
“Semoga kita bisa menjadi orang yang ikhlas yang tetap masih bisa memberikan senyum terindah kita pada dunia”. 

Hhhmm..tau nggak.kadang ortu pngen ngasih yg t’bae bwt anknya.tapi mreka ga mkirkan.apkah kmauan ank itu sma dg dy?ortu tkut kalo nanti pilihan si ank nti slh..saat ne sya b’hdapn lgsg dg seorg ank yg dpksa msuk ke sekolah yg diingnkn ortunya..dy ogah2an.dr perlengkapan p’daftran smpi detail kepribadian diajarkan oleh ortu.namun apakah didikan yg smacam itu akankah b’hasil?kita tggu 5th kemudian.hehehe

Allah Yang Maha Pemurah, terimakasih Engkau telah menciptakan dia dan mempertemukan saya dengannya walaupun dia bukan milikku.

Terimakasih untuk saat-saat indah yang

boleh kami nikmati bersama.

Terimakasih untuk setiap pertemuan yang

boleh kami lalui  bersama.

Terimakasih untuk setiap saat-saat yang lalu.

Saya datang bersujud dihadapan-Mu,

Sucikan hati saya yaa Allah, sehingga dapat melaksanakan

kehendak dan rencana-Mu dalam hidup saya.

Yaa Allah, jika saya bukan pemilik tulang rusuknya,

janganlah biarkan saya merindukan kehadirannya.

Janganlah biarkan saya melabuhkan hati saya di hatinya.

Kikislah pesonanya dari pelupuk mata saya

dan usirlah dia dari relung hati saya.

Gantilah damba kerinduan dan cinta yang bersemayam di dada ini dengan kasih dari dan pada-Mu yang tulus dan murni.

Tolonglah saya agar dapat mengasihinya sebagai sahabat.

Tetapi jika Kau ciptakan dia untuk saya, yaa Allah,

tolong satukan hati kami.

Bantulah saya untuk mencintai, mengerti dan

menerima dia seutuhnya.

Berikan saya kesabaran, ketekunan, dan kesungguhan

untuk memenangkan hatinya.

Usapilah dia agar dia juga mencintai, mengerti

dan mau menerima saya dengan segala kelebihan dan

kekurangan saya sebagaimana saya telah Kau ciptakan.

Yakinkanlah dia bahwa saya sungguh-sungguh mencintai

dan rela membagi suka dan duka saya dengan dia.

Yaa Allah Maha Pengasih, dengarlah doa saya ini.

Lepaskanlah saya dari keraguan ini

menurut kasih dan kehendak-Mu.

Allah Yang Maha Kekal, saya tahu Engkau senantiasa

memberikan yang terbaik buat saya.

Luka dan keraguan yang saya alami pasti ada hikmahnya.

Pergumulan ini mengajar saya untuk hidup makin dekat pada-Mu, untuk lebih peka terhadap suara-Mu

yang membimbing saya menuju terang-Mu.

Ajarlah saya untuk tetap setia dan sabar

menanti tibanya waktu yang telah Engkau tentukan.

Jadilah kehendak-Mu dan bukan kehendak saya yang jadi dalam setiap bagian hidup saya, yaa Allah.

Amin….

Musim hujan sudah berlangsung dua bulan sehingga  dimana-mana pepohonan
nampak menghijau. Seekor ulat  menyeruak di antara daun-daun hijau yang
bergoyang-goyang diterpa angin. "Apa kabar daun hijau," katanya .
Tersentak  daun hijau menoleh ke arah suara yang datang "Oo, kamu  ulat.
Badanmu kelihatan kurus dan kecil, mengapa?" tanya
daun hijau. "Aku hampir tidak mendapatkan dedaunan untuk  makananku.
Bisakah engkau membantuku sobat?" kata ulat
kecil. "Tentu..tentu..mendekatlah kemari." Daun hijau  berpikir, "jika
aku memberikan sedikit dari tubuhku ini  untuk makanan si ulat, aku akan
tetap hijau. Hanya saja  aku akan kelihatan berlubang-lubang. Tapi tak
apalah.

"Perlahan-lahan ulat menggerakkan tubuhnya menuju daun  hijau. Setelah
makan dengan kenyang ulat berterimakasih kepada daun hijau yang telah
merelakan bagian tubuhnya menjadi makanan si ulat. Ketika ulat
mengucapkan  terimakasih kepada sahabat yang penuh kasih dan  pengorbanan
itu, ada rasa puas di dalam diri daun hijau.
Sekalipun tubuhnya kini berlubang di sana-sini namun ia  bahagia bisa
melakukan sesuatu bagi ulat kecil yang lapar.

Tidak lama berselang ketika musim panas datang daun  hijau menjadi
kering dan berubah warna. Akhirnya ia jatuh  ke tanah, disapu orang dan
dibakar. Apa yang terlalu berarti  di hidup kita sehingga kita enggan
berkorban  sedikit saja bagi sesama? Toh akhirnya semua yang ada
akan  "mati" bagi sesamanya yang tidak menutup mata ketika sesamanya
dalam kesulitan. Yang tidak membelakangi dan  seolah tidak mendengar
ketika sesamanya berteriak minta  tolong. Ia rela melakukan sesuatu untuk
kepentingan orang lain dan sejenak mengabaikan kepentingan diri sendiri.
Merelakan kesenangan dan kepentingan diri sendiri bagi sesama memang
tidak mudah, tetapi indah.

Ketika berkorban diri kita sendiri menjadi seperti  daun hijau yang berlobang namun itu sebenarnya tidak  mempengaruhi hidup kita, kita akan
tetap hijau, Allah akan  tetap memberkati dan memelihara kita. Bagi "daun
hijau",  berkorban merupakan sesuatu hal yang mengesankan dan  terasa
indah serta memuaskan . Dia bahagia melihat  sesamanya bisa tersenyum
karena pengorbanan yang ia  lakukan. Ia juga melakukannya karena
menyadari bahwa ia  tidak akan selamanya tinggal sebagai "daun hijau".
Suatu hari ia akan kering dan jatuh.

Demikianlah kehidupan kita. hidup ini hanya sementara  kemudian
kita akan mati. Itu sebabnya isilah hidup ini  dengan perbuatan-perbuatan
baik, kasih, pengorbanan, pengertian, kesetiaan, kesabaran dan kerendahan
hati.

Jadikanlah berkorban itu sebagai sesuatu yang  menyenangkan dan
membawa suka cita tersendiri bagi anda.  Dalam banyak hal kita bisa
berkorban. Mendahulukan kepentingan sesama, melakukan sesuatu bagi
mereka,  memberikan apa yang kita punyai dan masih banyak lagi
pengorbanan yang bisa kita lakukan. Yang mana yang sering kita lakukan?
Menjadi ulat kecil yang menerima kebaikan  orang atau menjadi "daun
hijau" yang senang memberi.


  • Tak ada
  • Budi: You express your feelings that you are in love so as that you know very well about the feelings of love for someone. Deep love sometimes left vigilan
  • Rey: Aduh Tifaa,, mank ge dambain siapa?? dambaiin rey yah,, He3x Btw Dalem amat uneq2 na,, ky puisi az.
  • esientea: dalem banget... dbs berkali2 knapa masig te2p dalem ya? spertinya nulisnya bner2 dari dalam hati y mb?

Kategori