Titacyber's Blog

Berkorban itu indah

Posted on: Maret 2, 2009

Musim hujan sudah berlangsung dua bulan sehingga  dimana-mana pepohonan
nampak menghijau. Seekor ulat  menyeruak di antara daun-daun hijau yang
bergoyang-goyang diterpa angin. "Apa kabar daun hijau," katanya .
Tersentak  daun hijau menoleh ke arah suara yang datang "Oo, kamu  ulat.
Badanmu kelihatan kurus dan kecil, mengapa?" tanya
daun hijau. "Aku hampir tidak mendapatkan dedaunan untuk  makananku.
Bisakah engkau membantuku sobat?" kata ulat
kecil. "Tentu..tentu..mendekatlah kemari." Daun hijau  berpikir, "jika
aku memberikan sedikit dari tubuhku ini  untuk makanan si ulat, aku akan
tetap hijau. Hanya saja  aku akan kelihatan berlubang-lubang. Tapi tak
apalah.

"Perlahan-lahan ulat menggerakkan tubuhnya menuju daun  hijau. Setelah
makan dengan kenyang ulat berterimakasih kepada daun hijau yang telah
merelakan bagian tubuhnya menjadi makanan si ulat. Ketika ulat
mengucapkan  terimakasih kepada sahabat yang penuh kasih dan  pengorbanan
itu, ada rasa puas di dalam diri daun hijau.
Sekalipun tubuhnya kini berlubang di sana-sini namun ia  bahagia bisa
melakukan sesuatu bagi ulat kecil yang lapar.

Tidak lama berselang ketika musim panas datang daun  hijau menjadi
kering dan berubah warna. Akhirnya ia jatuh  ke tanah, disapu orang dan
dibakar. Apa yang terlalu berarti  di hidup kita sehingga kita enggan
berkorban  sedikit saja bagi sesama? Toh akhirnya semua yang ada
akan  "mati" bagi sesamanya yang tidak menutup mata ketika sesamanya
dalam kesulitan. Yang tidak membelakangi dan  seolah tidak mendengar
ketika sesamanya berteriak minta  tolong. Ia rela melakukan sesuatu untuk
kepentingan orang lain dan sejenak mengabaikan kepentingan diri sendiri.
Merelakan kesenangan dan kepentingan diri sendiri bagi sesama memang
tidak mudah, tetapi indah.

Ketika berkorban diri kita sendiri menjadi seperti  daun hijau yang berlobang namun itu sebenarnya tidak  mempengaruhi hidup kita, kita akan
tetap hijau, Allah akan  tetap memberkati dan memelihara kita. Bagi "daun
hijau",  berkorban merupakan sesuatu hal yang mengesankan dan  terasa
indah serta memuaskan . Dia bahagia melihat  sesamanya bisa tersenyum
karena pengorbanan yang ia  lakukan. Ia juga melakukannya karena
menyadari bahwa ia  tidak akan selamanya tinggal sebagai "daun hijau".
Suatu hari ia akan kering dan jatuh.

Demikianlah kehidupan kita. hidup ini hanya sementara  kemudian
kita akan mati. Itu sebabnya isilah hidup ini  dengan perbuatan-perbuatan
baik, kasih, pengorbanan, pengertian, kesetiaan, kesabaran dan kerendahan
hati.

Jadikanlah berkorban itu sebagai sesuatu yang  menyenangkan dan
membawa suka cita tersendiri bagi anda.  Dalam banyak hal kita bisa
berkorban. Mendahulukan kepentingan sesama, melakukan sesuatu bagi
mereka,  memberikan apa yang kita punyai dan masih banyak lagi
pengorbanan yang bisa kita lakukan. Yang mana yang sering kita lakukan?
Menjadi ulat kecil yang menerima kebaikan  orang atau menjadi "daun
hijau" yang senang memberi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


  • Tak ada
  • Budi: You express your feelings that you are in love so as that you know very well about the feelings of love for someone. Deep love sometimes left vigilan
  • Rey: Aduh Tifaa,, mank ge dambain siapa?? dambaiin rey yah,, He3x Btw Dalem amat uneq2 na,, ky puisi az.
  • esientea: dalem banget... dbs berkali2 knapa masig te2p dalem ya? spertinya nulisnya bner2 dari dalam hati y mb?

Kategori

%d blogger menyukai ini: